Sinopsis
Malam itu, hujan deras dan perutku sudah delapan bulan. Ibu mertuaku berdiri di depan pintu rumah yang selama dua tahun kutinggali, dengan wajah yang tidak sedikit pun bergetar, dan berkata: *"Pergi dari sini. Dimas tidak butuh kamu lagi. Kami sudah siapkan yang lebih baik untuknya."* Di belakangnya, suamiku berdiri diam. Tidak membelaku. Tidak berkata apa-apa. Aku pergi malam itu juga—dengan satu koper, satu janin delapan bulan di perutku, dan dua tahun pernikahan yang ternyata tidak cukup kuat untuk membuat suamiku memilihku. Tiga tahun kemudian, aku kembali. Bukan sebagai menantu yang diusir. Bukan sebagai perempuan yang mengemis kembali. Tapi sebagai Direktur Utama PT Cahaya Prima—perusahaan yang hendak mengakuisisi seluruh aset bisnis keluarga suamiku yang sedang kolaps. Dan saat pintu kantor itu terbuka dan ibu mertuaku melihat siapa yang duduk di ujung meja rapat—aku ingin ia tahu satu hal: *Perempuan yang kamu usir dalam hujan tiga tahun lalu tidak pergi. Ia tumbuh.*
Total Baca
7
Suka
0
Subscribe
0
Bab
38
0.0
dari 5