Kukira Menantuku Penjual Sayur, Ternyata Pemilik Pasar
Sinopsis
Seruni Dewi Pratiwi — Runi — adalah perempuan yang memilih menyembunyikan dirinya. Bukan karena malu, tapi karena terlalu sering disakiti oleh tangan-tangan yang menjangkaunya setelah tahu siapa ayahnya. Ayahnya, mendiang Bapak Dwi Pratiwi, adalah pendiri dan pemilik Pasar Kliwon Malang — pasar terbesar di kota itu dengan tiga cabang di wilayah sekitarnya. Saat Bapak wafat dua tahun lalu, semua itu jatuh ke tangan Runi satu-satunya. Tapi Runi tidak mau ada yang tahu. Ia memilih tampil sebagai penjual sayur keliling, mendorong gerobak setiap pagi, berkeringat di bawah matahari, dan mengawasi pasar miliknya dari jarak yang tidak akan membuat orang curiga. Lalu datanglah Bagas Aryo Wibowo — arsitek muda yang jatuh cinta bukan pada harta Runi, tapi pada senyumnya yang lelah di ujung hari. Mereka menikah. Dan Runi mengira kisahnya akan bahagia.Tapi Ibu Hartini, ibu mertua Runi, punya pikiran yang berbeda. Bagi Ibu Hartini, menantu yang baik adalah menantu yang bisa dibanggakan di arisan. Bukan perempuan yang bajunya bau sayur dan datang ke pesta dengan tangan kapalan. Hari demi hari, Runi dihina. Di depan tetangga, di depan keluarga besar, di depan tamu undangan. Dan Bagas — suami yang ia cintai — terlalu sering memilih diam.Sampai suatu hari, sebuah surat dari notaris tiba di rumah. Dan seseorang yang salah membukanya.Saat itulah dunia Ibu Hartini mulai runtuh. Karena menantu yang selama ini ia remehkan, yang ia panggil "penjual sayur" dengan nada menghina, ternyata adalah tangan yang selama ini menghidupi setengah ekonomi Kota Malang
Total Baca
0
Suka
0
Subscribe
0
Bab
42
0.0
dari 5