Sinopsis
Spanduk itu terpasang jam lima pagi. Kain putih. Tulisan merah. Huruf besar-besar yang terbaca jelas dari jarak tiga meter: AWAS! WANITA PENGGODA DI SINI. JANDA PEMECAH RUMAH TANGGA ORANG! Bunga Rahayu, tiga puluh dua tahun, penjahit rumahan, janda dengan tiga anak — berdiri di teras rumahnya sebelum adzan Subuh dengan gunting di tangan dan sesak di dada yang tidak tahu ke mana harus pergi. Suaminya meninggal dua tahun lalu. Ia tidak pernah mendekati suami siapapun. Ia hanya hidup — dan rupanya, itu sudah cukup untuk membuat orang-orang di Perumahan Kenanga tidak bisa tidur nyenyak. Tapi Bunga tidak akan diam. Karena di balik spanduk itu ada nama. Dan di balik nama itu ada cerita yang lebih menyakitkan dari fitnah manapun — bahwa yang menghancurkannya adalah orang yang pernah ia selamatkan.
Total Baca
51
Suka
0
Subscribe
1
Bab
44
0.0
dari 5