Sinopsis
Pagi itu rumah mereka penuh tawa. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama. Maya sedang menjemur popok di halaman belakang ketika mendengar Damar tertawa dari dalam. Suara tawa itu bersaing dengan celoteh Raka yang baru bisa mengucap dua suku kata. "Pa-pa." "Iya, jagoan." "Pa-pa-pa." Maya menyandarkan tubuh pada tiang jemuran. Membiarkan senyum tumbuh pelan di bibirnya. Sudah hampir setahun sejak Siska pergi.
Total Baca
0
Suka
0
Subscribe
0
Bab
11
0.0
dari 5
Login untuk memberikan review dan rating.