Sinopsis
Sekar Ayuning dituduh menggelapkan dana arisan kampung tepat di hari pembagian daging kurban — dihina di depan warga sebagai "pengemis yang sok jadi dermawan". Yang tak diketahui siapa pun: dialah penyumbang asli sepuluh ekor kambing itu, hasil jerih payah bertahun-tahun menjahit keset dari kain perca. Saat identitasnya terbongkar di hadapan seluruh warga, seorang pria asing dari Jakarta muncul membawa kabar yang mengubah segalanya: ayah kandungnya yang hilang 20 tahun lalu adalah pemilik pabrik tekstil terbesar di Jawa Tengah — dan Sekar adalah ahli waris sahnya. Namun warisan itu datang bersama jerat kontrak pernikahan, keluarga besar yang menolak "darah kampung"nya, dan seseorang yang akan melakukan apa saja agar Sekar tidak pernah duduk di kursi itu. Ini bukan hanya tentang warisan, melainkan tentang harga sebuah nama yang dulu dianggap tak pantas disebut.
Total Baca
1
Suka
0
Subscribe
0
Bab
22
0.0
dari 5