Sinopsis
Ada satu foto di ruang tamu rumah Jagalan. Tujuh orang, satu bingkai kayu buatan tangan, diambil pada Minggu siang biasa bulan April 2015 oleh tukang foto keliling yang — kata cerita keluarga — kebetulan lewat. Empat belas bulan kemudian Ibu meninggal. Dan setelah itu keluarga di dalam foto itu tidak pernah lagi lengkap: bukan karena satu kursi kosong, melainkan karena empat kursi lainnya saling membelakangi. Sekar, anak keempat dari lima, bekerja memperbaiki foto lama milik orang lain. Ia ahli menghilangkan retak dan menambal wajah yang termakan jamur. Yang tak pernah bisa ia perbaiki cuma satu: malam ketika Ibu meninggal — malam yang seharusnya giliran kakaknya, malam ketika Sekar tertidur. Ketika Bapak, yang ingatannya mulai berlubang, menandatangani surat penjualan rumah, Sekar punya empat puluh hari untuk mengosongkan tempat yang menyimpan seluruh masa kecil mereka. Empat puluh hari untuk memanggil pulang kakak sulung yang gengsinya lebih besar dari utangnya, kakak perempuan yang lelahnya berubah jadi kepahitan, adik bungsu yang bersembunyi di pulau lain, dan seorang saudara laki-laki yang sudah sepuluh tahun tidak menjawab telepon siapa pun. Dan di balik kaca yang retak, Sekar menemukan satu detail kecil yang selama sebelas tahun tergantung di ruang tamu tanpa pernah dilihat siapa pun.
Total Baca
5
Suka
0
Subscribe
0
Bab
12
0.0
dari 5